Rabu, 22 September 2021

Bahaya, Jangan Sekolahkan Anak Terlalu Dini

PortalJember.com - Dokter Aisah Dahlan mengungkap ada bahaya mengintai otak anak jika disekahkan terlalu dini.

Pada umumnya anak-anak akan mulai bersekolah di usia 7 tahun sebagaimana ketetapan di Indonesia untuk masuk Sekolah Dasar (SD).

Namun, sebelum anak masuk SD umumnya anak akan masuk Taman Kanak-Kanak (TK) atau Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Tujuannya agar anak lebih siap saat masuk SD nanti, utamanya dalam bersosial.

Namun, beberapa TK maupun PAUD sudah mulai mengajarkan anak baca-tulis-hitung (calistung).

Dikutip PortalJember.com dari YouTube Andromedia Chanel dr. Aisah Dahlan mengatakan bahwa otak manusia terdiri dari otak kanan dan otak kiri.

"Otak besar kita ini dan otak kecil, dia (otak) terbagi dua, kanan dan kiri," kata dr. Aisah Dahlan dikutip PortalJember.com dari YouTube Andromedia Chanel 25 Mei 2021.

"Kiri biasanya ada matematika, bahasa, keteraturan, detil, prakarya, semuanya itu kerja kiri, analisa-kok gini, kok gitu- itu kiri," jelasnya.

"Kanan ini lihat warna, musik, benda, khayalan, imajinasi, intuisi, ini kanan ini, permainan itu juga kanan, ya, dan hikmah itu juga di kanan,"

Selain itu, dalam otak terdapat sel otak atau neurons yang berfungsi untuk merekam informasi atau memori.

"Setiap ada informasi yang masuk di dalam otak kita baik lewat mata, telinga, hidung, mulut, atau perabaan itu membuat sel otak itu," kata dr. Aisah Dahlan.

"Tersambung-sambung kabelnya di antara sel otak yang lain atau neuron istilahnya untuk membentuk sebuah informasi dan membentuk sebuah memori,"

Namun, perkembangan sambungan sel otak pada anak laki-laki dan perempuan berbeda.

"Anak perempuan dari 0 hari sampai 6 tahun itu otak kiri-kanannya seimbang sambungannya," kata dr. Aisah Dahlan.

"Perempuan itu dari 6 tahun itu kiri-kanannya sudah seimbang, otak analisa dan otak kreativitasnya itu sudah seimbang," jelasnya.

"Makanya kalau diajarkan masuk ke suatu PAUD misalnya atau masuk ke suatu TK yang mengajarkan tentang analisa dan misalnya tentang kreativitas anak perempuan bisa,"

Namun, sel otak kiri laki-laki baru berkembang di usia yang berbeda.

"Laki-laki ternyata yang dari 0 hari baru lahir ni sampai 6 tahun yang berkembang duluan sambungan-sambungan otaknya di kanan," kata dr. Aisah Dahlan.

"Kalau masukkan sekolah anak laki-laki yang sekolahnya memaksa harus belajar membaca dari dini atau kemudian harus belajar itung-itungan dari dini.

Nih kasihan nih anak laki-laki ini. Apalagi kalau belajarnya cuman pakai buku doang, tidak ada alat peraga," kata dia.

Ketidak siapan ini akan berpengaruh pada otak anak.

"Kalau ya, kita masukkan sekolah yang kurikulumnya tidak ramah pada perkembangan otak anak ini akan terjadi, ya, satu sambungan atau satu pemaksaan," kata dr. Aisah Dahlan.

"Karena kalau kita tidak pandai masalah ini, tidak bijak ya, tidak bijak masalah ini, itu yang membuat anak laki-laki males banget sekolah," jelasnya.***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar