Tampilkan postingan dengan label bulutangkis French open. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bulutangkis French open. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 Oktober 2021

Hasil French Open: Dikalahkan Peringkat 1 Dunia, Shesar Hiren Tersingkir di Perempat Final

KOMPAS.com - Tunggal putra Indonesia, Shesar Hiren Rhustavito, harus mengakui keunggulan Kento Momota di perempat final French Open 2021.

Pertandingan Shesar Hiren Rhustavito vs Kento Momota berlangsung di Stade Pierre de Coubertin, Paris, Jumat (29/10/2021) malam WIB.

Shesar Hiren dikalahkan tunggal putra nomor 1 dunia itu dengan straight game 19-21, 11-21 dalam tempo 45 menit.

Hasil ini pun menghentikan langkah Shesar Hiren sampai perempat final French Open 2021.

Sementara, Kento Momota ke semifinal dan akan menantang rekan senegaranya, Kanta Tsuneyama.Jalannya pertandingan

Shesar Hiren Rhustavito dan Kento Momota langsung menyajikan duel smes pada awal gim pertama.

Mereka silih berganti melakukan pukulan keras hingga berimbang 4-4.

Namun, setelahnya Kento Momota lebih dominan dengan kombinasi smes lurus dan menyilangnya yang kerap meruntuhkan pertahanan Shesar.

Di sisi lain, Shesar juga beberapa kali melakukan pukulan tak akurat sehingga tertinggal 7-11 saat interval.

Shesar mulai mengejar setelah mengarahkan kok yang membuat Kento Momota kerap berada di posisi tak ideal.

Situasi ini pun membuat Momota sering kali membalikkan kok dengan tanggung sehingga dapat dengan mudah dikonversi menjadi poin untuk Shesar.

Selain itu, kecermatan Shesar juga membuat dia beberapa kali mendapatkan ruang bagus untuk melakukan jump smash.

Shesar dapat mengejar ketertinggalan dengan selisih satu poin hingga mengimbangi Momota 15-15.

Momota mulai bangkit dengan perlahan keluar dari permainan Shesar.

Tunggal putra nomor 1 dunia itu pun dapat mencetak tripoin beruntun yang membuatnya unggul 18-15.

Permainan kemudian kembali berjalan ketat setelah Shesar memperkecil kedudukan 18-19.

Namun, Momota akhirnya dapat mencapai match poin dan memenangi gim pertama 21-19 usai permainan net Shesar tak berhasil.

Pada gim kedua, persaingan ketat Shesar Hiren dan Kento Momota kembali tersaji dengan jual beli serangan yang membawa mereka berimbang 5-5.

Shesar kembali lengah dan membuat Momota unggul 8-5.

Namun, wakil Indonesia tersebut masih bisa menunjukkan permainan agresif dan menyamakan kedudukan 8-8.

Momota yang terus ditekan Shesar kemudian dapat mengatasinya dan mencapai keunggulan 11-9 saat interval.

Laga berlanjut, Kento Momota dapat mempertahankan intensitas serangannya dan memperlebar keunggulan 16-11.

Kunci Momota dalam memperlebar keunggulan adalah smes-smes lurus dan menyilangnya yang begitu keras dan akurat.

Di sisi lain, Shesar melakukan beberapa kesalahan, salah satunya dalam melepaskan servis.

Momota terus konsisten dalam melakukan serangan keras dan mampu menampilkan pertahanan yang solid.

Ini membuat Momota kembali berhasil mencapai match poin dan memenangi gim kedua 21-11 usai smes yang dibalikkan membuat Shesar mati langkah.

Kamis, 28 Oktober 2021

French Open 2021, Ganda Taiwan Belajar dari The Daddies, Semoga Bisa Sehebat Mereka

PARIS – Ganda putra Taiwan, Lu Ching Yao/Yang Po Han, harus menghentikan perjalanannya di French Open 2021 usai dilibas Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan di babak 16 besar. Usai laga digelar, Lu Ching Yao pun memuji Ahsan/Hendra dan mengutarakan harapannya untuk bisa menjadi pemain sehebat The Daddies -julukan Ahsan/Hendra.

Sebagaimana diketahui, Ahsan/Hendra sukses mengalahkan Lu Ching Yao/Yang Po Han dalam laga 16 besar French Open 2021 yang berlangsung Kamis 28 Oktober 2021 malam WIB. Pada laga tersebut, Ahsan/Hendra mendapat perlawanan sengit dari Lu/Yang.
Ganda putra kebanggaan Indonesia itu pun harus bermain hingga gim ketiga. Namun, laga bisa diselesaikan dengan manis oleh Ahsan/Hendra yang menang dengan skor 21-16, 14-21, dan 21-15.

Meski kalah, Lu Ching Yao mengatakan dalam keterangan foto yang diunggahnya di Instagram pribadinya bahwa dia merasa terhormat bisa bermain melawan The Daddies. Dia juga mengungkapkan bahwa pasangan Indonesia itu adalah idolanya.

“Terima kasih khusus kepada Ahsan/Setiawan. Itu selalu menjadi kehormatan bagi kami untuk bisa bermain dengan dua idola saya,” kata Lu dikutip dari keterangan foto di Instagram-nya, @luchingyao, Jumat (29/10/2021).

Lebih lanjut, pemain berusia 28 tahun itu mengatakan ingin menjadi seperti Ahsan/Hendra di masa yang akan datang. Menurutnya, The Daddies punya kemampuan yang luar biasa dan juga matang sebagai pasangan ganda putra.

“Baik perubahan taktis dan keterampilan mereka luar biasa. Saya berharap suatu hari saya bisa menjadi seperti mereka, pemain yang matang,” ujar pemain bertinggi 190 cm itu.

“Po Han dan saya akan terus merenungkan kesalahan kami dan terus memperbaiki diri. Terima kasih semua penggemar dan pelatih kami atas semua dukungannya,” jelasnya.

Lu bukanlah pebulu tangkis pertama dari Taiwan yang menyebut The Daddies sebagai idola. Sebelumnya, pasangan juara Olimpide Tokyo 2020, Lee Yang/Wang Chi-lin, juga terang-terangan menyatakan bahwa pasangan senior Indonesia itu adalah panutan mereka.

Kini, Ahsan/Hendra sendiri akan terus melanjutkan perjalanannya di French Open 2021. Mereka akan melawan Ko Sung Hyun/Shin Baekcheol (Korea Selatan).