Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Oktober 2021

Jokowi Lantik 33 Dubes Pagi Ini: Cek Daftar Nama dan Penempatannya


Presiden Jokowi bakal melantik 33 duta besar baru di Istana Negara, Jakarta hari ini. Ada beberapa nama yang menarik perhatian seperti jubir Presiden, Fadjroel Rachman, kemudian Gubernur Lemhannas Agus Widjojo, ada pula politikus PDIP Zuhairi Misrawi yang menjadi Dubes RI untuk Tunisia.

Pelantikan akan digelar pukul 08.30 WIB. Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono membenarkan ketika dikonfirmasi.

“Fadjroel ke Kazakhstan,” ujar Heru, Senin (25/10).

Nama-nama lain yang bakal dilantik antara lain eks jubir Kemlu Armananta Nasir yang ditempatkan sebagai Perwakilan Tetap RI di New York.

Ketika dikonfirmasi, Armananta membenarkan dirinya akan dilantik.

“Iya rencananya seperti itu,” beber Armananta.

Belum diketahui pasti berapa jumlah Dubes yang akan dilantik pagi ini. Namun, sumber kumparan mengatakan, seluruh dubes yang sudah mengikuti fit and proper test bakal dilantik hari ini.

Dari informasi yang beredar, Rosan P Roeslani juga akan ikut dilantik menjadi Dubes di Washington DC Amerika Serikat. Jokowi sendiri telah menyerahkan 33 daftar nama dubes dan seluruhnya sudah mengikuti fit and proper test.

Selain melantik para Dubes, Presiden Jokowi juga direncanakan melantik Ketua PPATK pada pukul 09.30 WIB.

Berikut daftar 33 calon dubes yang sudah mengikuti fit and proper test di DPR:

1. Ade Padmo Sarwono

Untuk Kerajaan Yordania Hashimiah merangkap Palestina, berkedudukan di Amman (KARIR)

2. Bebeb A.K. Djundjunan

Untuk Republik Yunani, berkedudukan di Athena (KARIR)

3. Tatang B.U. Razak

Untuk Republik Kolombia merangkap Antigua dan Barbuda, Barbados dan Federasi Saint Kitts dan Nevis, berkedudukan di Bogota (KARIR)

4. Pribadi Sutiono

Untuk Republik Slowakia, berkedudukan di Bratislava (KARIR)

5. Siswo Pramono

Untuk Australia merangkap Republik Vanuatu, berkedudukan di Canberra (KARIR)

6. Triyogo Jatmiko

Untuk Republik Persatuan Tanzania, merangkap Republik Burundi dan Republik Rwanda, berkedudukan di Dar Es Salaam (KARIR)

7. Heru Subolo

Untuk Republik Rakyat Bangladesh merangkap Republik Demokratik Federal Nepal, berkedudukan di Dhaka (KARIR)

8. Okto Dorinus Manik

Untuk Republik Demokratik Timor-Leste, berkedudukan di Dili (KARIR)

9. Mayjen TNI Gina Yoginda

Untuk Republik Islam Afghanistan, berkedudukan di Kabul NON (KARIR)

10. Sunarko

Untuk Republik Sudan, berkedudukan di Khartoum (KARIR)

11. Dewi Tobing

Untuk Sri Lanka merangkap Republik Maladewa, berkedudukan di Kolombo (KARIR)

12. Lena Maryana Mukti

Untuk Kuwait, berkedudukan di Kuwait City (NON KARIR)

13. Ghafur Akbar Dharmaputra

Untuk Ukraina merangkap Republik Armenia, dan Georgia, berkedudukan di Kyiv (KARIR)

14. Rudy Alfonso

Untuk Republik Portugal, berkedudukan di Lisabon (NON KARIR)

15. Muhammad Najib

Untuk Kerajaan Spanyol merangkap United Nations World Tourism Organization (UNWTO) berkedudukan di Madrid (NON KARIR)

16. Ardi Hermawan

Untuk Kerajaan Bahrain, berkedudukan di Manama (KARIR)

17. Agus Widjojo

Untuk Republik Filipina merangkap Republik Kepulauan Marshall Islands dan Republik Palau, berkedudukan di Manila (NON KARIR)

18. Ina Hagniningtyas Krisnamurthi

Untuk Republik India merangkap Kerajaan Bhutan, berkedudukan di New Delhi (KARIR)

19. Fadjroel Rachman

Untuk Kazakhstan merangkap Republik Tajikistan, berkedudukan di Nur-Sultan (NON KARIR)

20. Daniel TS Simanjuntak

Untuk Kanada merangkap International Civil Aviation Organization (ICAO), berkedudukan di Ottawa (KARIR)

21. Mohamad Oemar

Untuk Prancis merangkap Kepangeranan Andorra, Kepangeranan Monako, dan United Nations Education, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), berkedudukan di Paris (KARIR)

22. Abdul Aziz

Untuk Kerajaan Arab Saudi merangkap Organization of Islamic Cooperation (OIC), berkedudukan di Riyadh (NON KARIR)

23. Muhammad Prakosa

Untuk Italia merangkap Republik Malta, Republik Siprus, Republik San Marino, Food and Agriculture Organization (FAO), International Fund and Agricultural Development (IFAD), World Food Programme (WFP), dan International Institute for the Unification of Private Law (UNIDROIT), dan berkedudukan di Roma (NON KARIR)

24. Gandi Sulistiyanto Soeherman

Untuk Republik Korea, berkedudukan di Seoul (NON KARIR)

25. Zuhairi Misrawi

Untuk Republik Tunisia, berkedudukan di Tunis (NON KARIR)

26. Anita Lidya Luhulima

Untuk Republik Polandia, berkedudukan di Warsawa (KARIR)

27. Rosan Perkasa Roeslani

Untuk Amerika Serikat, berkedudukan di Washington D.C. NON (KARIR)

28. Fientje Suebu

Untuk Selandia Baru merangkap Samoa, Kerajaan Tonga, dan Kepulauan Cook dan Niue, berkedudukan di Wellington (KARIR)

29. Damos Dumoli Agusman

Untuk Republik Austria merangkap Republik Slovenia, United Nations Office at Vienna (UNOV) yang terdiri dari United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), United Nations Commission on International Trade Law (UNCITRAL), United Nations Office for Outer Space Affairs (UNOOSA), United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), International Atomic Energy Agency (IAEA), Preparatory Commission for the Comprehensive Nuclear-TestBan Treaty Organization (CTBTO), OPEC Fund for International Development (OFID) dan International Anti-Corruption Academy (IACA), berkedudukan di Wina (KARIR)

30. Suwartini Wirta

Untuk Republik Kroasia, berkedudukan di Zagreb (KARIR)

31. Derry M.I. Amman

Untuk Perutusan Tetap Republik Indonesia untuk Association of Southeast Asian Nation (ASEAN), berkedudukan di Jakarta (KARIR)

32. Arrmanatha Nasir

Untuk Perserikatan Bangsa Bangsa dan Organisasi-organisasi Internasional Lainnya, berkedudukan di New York (KARIR)

33. Febrian A. Ruddyard

Untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, World Trade Organization (WTO), dan Organisasi-organisasi Internasional Lainnya di Jenewa, berkedudukan di Jenewa


Jumat, 10 September 2021

Pengurus Demokrat dan Aparat Bubarkan Acara Kubu Moeldoko


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah pengurus Partai Demokrat mencopot atribut partai dan membubarkan acara peringatan HUT Ke-20 yang digelar oleh kelompok pimpinan Kepala Staf Moeldoko (KSP) Moeldoko. Kegiatan itu dibubarkan oleh pengurus DPP dan DPD Demokrat Provinsi Banten, karena panitia acara menggunakan atribut partai.

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, mengatakan, kubu Moeldoko juga secara tidak sah mencatut partai berlambang mercy tersebut. Tidak hanya itu, Herzaky menerangkan kepolisian juga ikut serta membubarkan acara, karena penyelenggara tidak dapat menunjukkan surat pemberitahuan ke aparat.

Beberapa tokoh sentral kelompok KLB semula akan menggelar acara peringatan HUT Ke-20 Partai Demokrat di Hotel JHL Solitaire Jalan Gading Serpong, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten pada Jumat (10/9) sekitar pukul 19.00 WIB.

Sebelum acara berlangsung, Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Banten Iti Jayabaya datang langsung ke lokasi untuk memeriksa keabsahan acara. Iti yang saat ini sebagai Bupati Lebak, datang ke lokasi acara bersama pengurus DPP untuk membubarkan acara bersama aparat.

Terpantau di lokasi, hadir Wakil Sekretaris Jenderal DPP Demokrat Irwan Fecho, Kepala Badan Pembinaan Jaringan Konstituen DPP Demokrat Zulfikar Hamonangan, dan dua Deputi Badan Komunikasi Strategis DPP Demokrat, yaitu Ricky Kurniawan serta Cipta Panca Laksana.

"Alhamdulilah, tadi mereka (kubu Moeldoko) sudah sepakat membubarkan dan mencopot atribut Demokrat yang berada di lokasi acara," ucap Iti sebagaimana dikutip dari keterangan resmi Demokrat di Jakarta, Jumat malam WIB.

Usai mencopot atribut Demokrat yang digunakan kubu Moeldoko, Iti mengucapkan terima kasih kepada para kader yang turut bersolidaritas ke lapangan. "Saya mengucapkan terima kasih atas soliditas, komitmen yang ditunjukkan oleh saudara-saudara semua, keluarga besar Partai Demokrat," ujarnya.

"Saya yakin kita punya slogan yang sama untuk membangun demokrasi yang lebih baik," kata Iti melanjutkan. Kelompok KLB pimpinan Moeldoko semula menggelar acara peringatan HUT Ke-20 Demokrat, yang salah satunya dimeriahkan acara menonton tayangan tentang sejarah berdirinya partai.

Acara lainnya, berisi sambutan dari ketua panitia, pidato mengenai Lintasan Pemikiran Perkembangan Demokrat oleh Prof R M Rompas, penyerahan penyuluhan dan penitipan Demokrat dari Prof S Budhisantoso ke Moeldoko, sambutan dari Moeldoko, serta sekapur sirih yang dilakukan Marzuki Alie dan M Darmizal.

Informasi mengenai isi acara diperoleh dari berkas surat undangan berlogo Partai Demokrat, yang diteken oleh Djoko Setyo Widodo, selaku ketua panitia. Surat itu, juga mencantumkan nama Hencky Luntungan, salah satu tokoh sentral di kelompok KLB, sebagai tembusan surat.

Walaupun demikian, Darmizal, mengaku tidak mengetahui detail acara karena tengah berada di luar kota. "Kami sedang di luar kota, jadi tidak tahu detailnya," kata Darmizal.


Kabar Terkini Megawati Soekarnoputri Terlihat Sehat, Setelah Sebelumnya Dikabarkan Megawati di Rumah Sakit

DESKJABAR- Kabar terkini Megawati Soekarnoputri menjadi ramai diperbicangkan mengingat ada kabar Megawati di rumah sakit ada juga kabar lain yang lebih buruk.

Namun hal tersebut terjawab sudah pada Jumat 10 September 2021, kabar terkini Megawati Soekarnoputri sehat sehat saja.

Kepastian kabar terkini Megawati Soekarnoputri sehat dibuktikan dengan dirinya hadir diacara Pembukaan Training of Trainer (TOT) Pendidikan Kader Madya PDI Perjuangan yang dilaksanakan pada Jumat 10 September 2021 siang. 

Megawati Soekarnoputri membuka acara tersebut tampak sehat duduk sambil sesekali tersenyum.

"Alhamdulillah saya sehat walafiat dan teramakasih, atas perhatiannya," kata Megawati Soekarnoputri terlihat menangis gembira


Megawati Tahan Tangis Tanggapi Kabar Hoaks Dirinya, hingga Eks Menteri Minta Jangan Ditutup-tutupi

TRIBUNNEWS.COM - Sebelumnya, tersiar hoaks yang menyebut Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, sakit hingga meninggal dunia.

Kabar hoaks tersebut diketahui tersebar di sosial media dan tercantum dari PMI Provinsi DKI Jakarta.

Langsung saja pihak PMI Provinsi DKI Jakarta membantah hal tersebut.

Di sisi lain, putri Presiden RI Soekarno pun buka suara.

Megawati memberikan tanggapannya dalam acara PDIP, seperti dikutip dari laman YouTube Kompas TV.

Supaya umum bisa melihat kalau Alhamdulillah saya dalam keadaan sehat walafiat, tidak kurang suatu apapun," ucap Megawati Soekarnoputri dalam tayangan KompasTV, Jumat (10/9/2021